Pedo, Klinik dengan Managemant pasien tersulit!!!

Anak kecil tanpa dosa

Lucu, sebel, tapi juga menggelikan..
Yach namanya juga anak kecil, mereka selalu saja melakukan hal-hal yang menurut mereka mengasikkan tanpa pernah berpikir baik buruknya.
“Mas Iqbal tunggu disini sebentar ya, Mas mau ke dosen bentar..” eh.. belum sampai lima menit ditinggal untuk menghadap dosen si pasien sudah menghilang dari atas dental unit. Sejenak keningku berkerut dan mataku mulai menyisir ruangan klinik dan berhenti pada sosok tubuh kecil yang sedang asyik bermain balap kursi (yang beroda) dengan teman sebayanya.. begitu tau aku kebingungan mencarinya, dia berlari menuju dental unit tempat dia dirawat sambil tersenyum tanpa beban Ah…dasar anak kecil pikirku!!
Kemudian kulakukan Skoring OHI dan memberinya DHE (Dental Health Education) Setelah itu dia kusuruh menggosok giginya dengan cara yang sudah kuajarkan dan sebelumnya seluruh permukaan gigi sudah kuolesi disclosing agent. Setelah gosok gigi, kembali kuhitung OHInya. Sejurus kemudian aku sudah menghadap dosen untuk acc kegiatan DHE, untung saja si dosen langsung memberiku tanda tangan dan nilai tanpa melihat lagi pasienku, Seandainya beliau melihat, matilah aku!!! tau kenapa?? Saat aku kembali ke dental unit sudah kulihat si Iqbal sedang asyik makan Coklat yang memang kuberikan…!!Busyet!!! Hi..hi.. dasar anak kecil, kupaksakan menggaruk kepalaku yang sebenarnya tidak terasa gatal sambil mengeleng-gelengkan kepalaku…Β πŸ™‚

Sindrom Hari Senin

Sindrom Hari Senin

Aku mengatakan hal seperti pada judul diatas karena memang ada beberapa gejala yang kurasakan setiap menginjak hari senin. ‘Setiap,’karena memang selalu terjadi. Seperti layaknya sebuah Sindrom yang lain, Sindrom yang kurasakan memang terasa amat mengganggu bahkan membuatku merasa teramat sangat tidak nyaman. Gejalanya memang tidak seburuk Sindrom-sindrom penyakit yang lazim di bidang kesehatan yang bersifat mematikan. Tetapi praktis sindrom ini mempengaruhi kegiatanku hari ini.

Mind

Pagi ini aku datang kekampus agak siang dari biasanya, sekitar jam 8.30 aku baru nyampek. Semalam aku sudah berencana untuk menjemput dua pasien untuk kukerjakan hari ini. Namun entah kenapa tiba-tiba ada sebuah kemalasan di hati untuk berangkat kerumah pasien. Spontan saja semangat dalam diriku untuk bekerja hari ini menghilang. Sehingga terpaksa aku mengikuti ajakan teman-teman untuk berdiskusi saja. Hal ini sebenarnya sudah lama sekali terjadi, bahkan jika kuingat, sudah sejak pertama kali aku menempuh pendidikan profesiku. Setiap senin selalu saja ada hal-hal yang membuatku malas untuk bekerja. Bahkan yang tersering aku malas tanpa ada alasan yang jelas makanya kusebut saya penyakit ini dengan “Sindrom Hari Senin”.