Setting Mikrotik, DNS-O-Matic dan Cloudflare Untuk IndiHome

Indihome Mikrotik Cloudflare DNS-O-Matic

 

Bagi pengguna IndiHome, pasti sudah mengetahui bahwa IP Address yang diperoleh adalah IP publik dinamik yang berubah setiap saat. Hal ini akan menjadi kendala bagi sebagian pengguna yang memiliki kebutuhan untuk memeliki service sendiri dirumah misal web server pribadi atau sekedar untuk meremote mikrotik atau perangkat lain dirumah seperti NVR CCTV atau perangkat lainnya. Dengan memanfaatkan kombinasi layanan dari DNS-O-Matic dan Cloudflare serta sebuah script update yang akan secara rutin berjalan di mikrotik, kita tidak perlu lagi dipusingkan dengan berubahnya IP address sewaktu-waktu karena jaringan kita bisa diakses menggunakan alamat domain maupun subdomain yang tidak berubah. Mungkin, sebagian pembaca sudah familiar dengan fitur IP Cloud yang di sediakan oleh MikroTik, namun bagaimana jika kita menginginkan alamat menggunakan nama domain sendiri yang kita beli?

Goal : Layanan/perangkat di rumah seperti webfig, web server atau NVR CCTV yang menggunakan ip publik dinamik Indihome dapat diakses menggunakan domain TLD milik sendiri seperti .com, .net, .org, .id, .my.id, .web.id dan ekstensi domain TLD lainnya.

Secara teknis pembahasannya :

Update A Record domain di Cloudflare dengan IP publik dinamik IndiHome menggunakan script MikroTik dan layanan DNS-O-Matic

Kebutuhan :

  • sebuah domain TLD yang memeliki akses domain panel
  • akun DNS-0-Matic
  • akun Cloudflare
  • Modem/ONT Indihome dengan setting pppoe bridge
  • Router mikrotik, dengan ether1 terhubung dengan port internet Modem/ONT Indihome

Continue reading

Membuat Server Dynamic DNS Dan Script Update Pada Mikrotik

Sebagian besar ISP broadband saat ini memberikan IP address dinamik kepada pelanggannya dan kita diharuskan untuk membayar lebih mahal untuk bisa mendapatkan ip statik. Padahal seperti kita ketahui, sangat penting bagi kita untuk mengetahui IP address kita untuk berbagai keperluan seperti melakukan remote maupun web server atau mail server. Hal ini tidak akan menjadi permasalahan manakala kita memiliki IP address statik atau tetap, masalah akan muncul saat IP address tersebut selalu berganti setiap kali koneksi mengalami redial. Tidak mungkin bagi kita mengamati setiap saat ip kita terutama saat kita tidak berada dalam jaringan “rumah” kita.

Sebagai alternatif mengamati perubahan IP address dinamik tersebut, kita membutuhkan service dynamic DNS dimana layanan ini  berfungsi untuk mengupdate IP address terbaru dan menterjemahkan menjadi sebuah alamat host berupa domain atau subdomain. Selanjutnya kita hanya perlu menghapal alamat domain atau subdomain tersebut yang relatif jauh lebih mudah.

Bagi anda yang sudah tidak asing dengan layanan dynamic DNS ini, pasti anda telah mengenal dyndns, no-ip, changeip, afraid & ddns² yang lainnya. Disini saya akan membahas bagaimana membuat sendiri Server Dynamic DNS. Keuntungannya adalah kita bisa menggunakan hostname dengan domain kita sendiri serta berbagai kustomisasi yang jika kita menggunakan layanan free ddns tidak bisa kita dapatkan.

Continue reading

Failover Proxy, Disable NAT Mikrotik Saat Squid Failed

Bagi pengguna Proxy external yang digabungkan dengan router mikrotik, pasti sudah paham dan sangat membutuhkan yang namanya Disable NAT jika mesin proxy mati atau shutdown. Kita bisa menggunakan tool Netwatch yang tersedia di mikrotik untuk memantau konektifitas antara proxy dan mikrotik, dimana Netwatch akan melakukan ping dan jika terjadi timeout maka mikrotik akan melakukan disable NAT yang meredirect trafik HTTP ke proxy. Namun, bagaimana jika yang tidak berjalan hanya program squid-nya saja, sedangkan mesin proxy tetap menyala dan tetap “reply” saat di ping? Maka mikrotik tetap menganggap proxy “UP” dan NAT redirect ke proxy akan tetap hidup yang akan menyebabkan client tidak bisa browsing.

Script ini berfungsi untuk memantau squid dalam mesin proxy, dan jika squid tersebut STOP atau FAILED maka dia akan melakukan login ke router mikrotik untuk mendisable NAT yang me-redirect ke proxy dan sebaliknya jika squid berjalan maka akan meng-enable NAT redirect ke proxy.

Disini saya menggunakan Ubuntu server sebagai proxy eksternal, gak bertanggung jawab untuk distro lain atau OS lain..

IP Mikrotik to proxy : 192.168.3.254
IP eksternal Proxy : 192.168.3.253

dengan menggunakan terminal atau winbox buat dulu user baru dengan nama proxy, tanpa menggunakan password dan akses full.

/user add address=192.168.3.253/32 comment="" disabled=no group=full name=proxy

Continue reading

Hotspot Mikrotik dengan User Manager Sebagai Radius Server Eksternal

Mikrotik User Manager

Jika anda semua pengguna Mikrotik dan hotspot sistemnya, anda pasti sudah tak asing dengan paket User Manager (UserMan) yang bisa anda install terpisah jika anda menggunakan Mikrotik dalam bentuk hardware atau yang biasa disebut dengan Routerboard. Namun jika anda pengguna mikrotik yang diinstall pada PC (x86), paket ini bisa anda pilih saat penginstalan awal ataupun bisa anda tambahkan kemudian layaknya pada versi routerboard.

Bagi anda pengguna hotspot mikrotik dengan User Manager sebagai radius server pada routerboard dengan resource rendah seperti seri RB750 atau seperti yang saya pergunakan RB450G, pasti anda tidak asing dengan munculnya catatan status RADIUS accounting request not sent: no response pada logging mikrotik anda. Biasanya hal ini disebabkan oleh terpakainya secara maksimal resource CPU oleh user manager yang anda gunakan. Terlebih jika anda memiki user yang sangat banyak dan online dalam waktu bersamaan. Resource CPU akan terkuras habis untuk firewall, queue, service www untuk login dan user manager sehingga saat hotspot meminta data user kepada UserMan, terjadilah Not Response seperti yang muncul pada logging tersebut diatas.

Continue reading

Linksys WAG200G – Wireless G ADSL Home Gateway

Linksys WAG200GAkhir bulan November Telkom akhirnya meluncurkan produk internet cepat Speedy di Maumere. Agak terlambat memang, mengingat di jawa Speedy telah hadir dan dinikmati oleh masyarakat 2 tahun yang lalu. Tapi, itulah nasib Indonesia bagian Timur, selalu terlambat dalam berbagai bidang. terutama dalam hal IT seperti ini.

Awalnya, sebelum memiliki Notebook saya menggunakan handphone N82 yang dilengkapi WLAN untuk komunikasi jaringan. Sehingga saya mencari modem ADSL yang support wireless sihingga saya bisa memanfaatkan speedy dengan handphone sementara saya belum memiliki notebook (Meski ternyata saya lebih dulu menerima notebook dari pada modem ini). Saya pilih Linksys WAG200G ADSLHome Gateway dan tentu saja saya harus membelinya di jawa. Saya menghubungi Agung, seorang teman dekat semasa SMA yang sekarang bekerja di Jakarta. Dia sanggup mencarikan barang yang saya butuhkan ini. Dan setelah menunggu sekitar 1 minggu sementara barang dikirim melalui POS, tanggal 21 Januari 2009 sampailah kiriman paket itu di Maumere dengan selamat. Continue reading